Recent News

Install Kubuntu 9.04

Posted by admin on June 30th, 2009

Kubuntu adalah varian distro Linux Ubuntu yang menggunakan KDE sebagai Desktop Environmentnya, Ubuntu sendiri menggunakan GNOME sebagai default lingkungan desktopnya. Kubuntu sendiri hadir dengan beberapa fitur dan aplikasi yang mungkin sedikit berbeda dengan Ubuntu. Beberapa fitur dan aplikasi yang terdapat dalam Kubuntu 9.04 diantaranya Kernel 2.6.28, Desktop: KDE 4.2, Amarok 2.0.2, K-Torrent 3.2, Digikam 0.10.0 dan lain-lain.
Untuk memulai menginstall Kubuntu 9.04 tentu aja qt butuh CD installernya atau Live CDnya yang file ISOnya bisa didownload di sini, lalu burn menggunakan K3B atau Brasero atau gunakan Nero ( under Windows ) atau bisa memesannya lewat https://shipit.kubuntu.org.. siapkan space kosong hardisk sesuai kebutuhan. Untuk versi Live CD ( 700MB ) maka akan membutuhkan minimal 2,5 GB space hardisk saat diinstall. so sediakan space HD > 2,5 GB apabila ingin menginstall paket aplikasi lain. Satu lagi siapkan space hardisk ( partisi ) yang digunakan sebagai swap memori sebesar kurang lebih 1,5 kali kapasitas RAM. namun apabila RAM yang kita miliki >= 1 GB swap partisi ini bisa ditiadakan. lumayan bisa menghemat space HD wat nyimpen lagu kesayangan :)
Saya sendiri mencoba mengistallnya pake kompi temen lewat VMWare, maklum lagi mudik jadi g bisa pake kompi sendiri :D . Nah sekarang masukan Live CD dari Kubuntu ke optical drive kita, sebelumnya setting BIOS agar 1st booting diarahkan ke Optical drive kita. lalu akan muncul menu sebagai berikut :

Menu Loader Live CD Kubuntu

Menu Loader Live CD Kubuntu

* Try Kubuntu w/o any change to your computer = Pilih jika anda ingin bekerja dalam mode Live CD lalu melakukan instalasi
* Install Kubuntu = Pilih jika anda ingin langsung melakukan installasi tanpa masuk dalam mode Live CD
* Check Disk for detect = Pilih untuk melakukan scanning / verifikasi pada CD
* Test Memory = Pilih untuk melakukan pengetesan memori ( RAM )
* Boot from 1st Hardisk = Pilih untuk melakukan booting dari Hardisk langsung, bukan dari CD lagi

nah untuk kali ini kita pilih point ke 2 ( install Kubuntu secara langsung ), tekan enter.

Welcome

Welcome

Jendela yang akan pertama kali muncul adalah jendela “Welcome” atau selamat datang pada menu instalasi Kubuntu, terdapat 6 step yang akan kita lalui dan ini adalah step yang pertama ( 1/6 ). pada step ini pilih bahasa yang akan di gunakan, saya sarankan menggunakan bahasa Inggris, bukan karena rasa Nasionalisme yang kurang, akan tetapi akan lebih familiar apabila kita menggunakan bahasa internasional ini :) . selanjutnya klik forward

Step berikutnya adalah tentang regional setting. pilih kawasan yang sesuai dengan kawasan kita,kalau sudah klik forward.

Regional Setting

Regional Setting

selanjutnya pemilihan tata letak dari keyboard kita, defaultnya adalah aturan USA. lalu forward

Keyboard Layout

Keyboard Layout

nah sampai tahap ini belum ada masalah yang berarti karena memang instalasi Kubuntu dan kawan2nya memang termasuk relatif mudah. makanya tidak mengherankan kalau popularitas dari distro ini begitu tinggi karena “easy used”. Step berikutnya adalah pemilihan partisi, diharapkan untuk berhati-hati dan teliti apabila sudah menghadapi step ini, salah-salah semua data di harddisk kita bisa ilang kalau ceroboh. Apabila sebelumnya sudah terdapat sistem operasdi di kompi kita ( Windows misalnya ), kita bisa menyiapkan terlebih dahulu partisi kosong mengunakan Partition Magic atau tool dari windows sendiri ( disk management ). Buat partisi sendiri dengan space sesuai kebutuhan..kembali ke instalasi, kita sudah mencapai pada tahap pembuatan partisi :

Jendela Partition Manager Kubuntu

Jendela Partition Manager Kubuntu

ada 3 pilihan pada menu diatas, kita pilih yang specify partitions manually ( advenced ) sehingga kita bisa mengatur alokasi space harddisk sesuai kenginan kita.
apabila sebelumnya kita sudah menyiapkan partisi khusus untuk linux, kita bisa melakukan editing dengan memilih area partisi lalu klik edit. namun apabila masih kosong ( unlocated ) pilih new untuk membuat partisi baru.
saat kita memilih edit/new akan muncul jendela pop-up yang menampilkan informasi tentang partisi dan kita akan mengubahnya.

Memilih File Sistem yang digunakan

Memilih File Sistem yang digunakan

Memilih Letak Mount Point

Memilih Letak Mount Point

pada isian size, kita isi besar dari space partisi kita ( dalam MB ). untuk use as, kita isi dengan file sistem yang akan kita gunakan (misal ext4, reiserFS, JFS dan lain-lain). sedangkan untuk mount poin kita isi dengan “root” ( / )..
akan tetapi disarankan agar kita menyiapkan partisi satu lagi yang nantinya di gunakan untuk menyimpan data-data dari user ( /home ). hal ini diperlukan karena apabila suatu saat sistem kita error dan membutuhkan install ulang dengan jalan format, data yang berada dalam /home akan aman. Pembuatannya sama, hanya mount pointnya saja yang dirubah menjadi /home.
Langkah berikutnya adalah membuat swap area, caranya sama, perbedaannya adalah dala pemilihan “use as” isi dengan swap area. checkmark bagian format untuk melakukan formatting sebelum installasi.

Step berikutnya adalah mengisikan data dari user. isikan nama user dan nama yang digunakan untuk login. isikan password dan nama kompi kita. Untuk password perlu diketahui bahwa password ini juga sebagai password root, sehingga apabila kita mengetikan perintah dengan sebelumnya menggunakan “sudo” password ini yang dibutuhkan.

Form Isi Data User & Password

Form Isi Data User & Password

apabila sudah yakin dengan semua kofigurasi, klik install

Ringkasan Konfigurasi

Ringkasan Konfigurasi

tunggu sampai dengan 100%, apabila tidak ada error, kompi akan restart. isikan user dan password pada menu login. dan akhirnya selamat datang di Kubuntu 9.04. Untuk screenshot dari Kubuntu 9.04 dan distro2 Linux yang lain menyusul :)

Desktop Default Kubuntu ( KDE 4.2 )

Desktop Default Kubuntu ( KDE 4.2 )

Attribut File di Linux

Posted by admin on June 26th, 2009

Saat menggunakan komputer, kita tidak akan asing dengan apa itu file, direktori dan juga sub direktori. Struktur direktori Linux menyerupai pepohonon ( tree ), di mulai dari root, direktori dan kemudian sub direktori. Secara logika, suatu direktori atau sub direktori berisi file atau direktori lagi. Dalam linux kita mengenal beberapa perintah ( command ) yang digunakan untuk mebuat suatu file. Misalnya touch<spasi>nama_file : membuat file kosong, cat > nama_file, atau menggunakan text editor yang terkenal di linux seperti vi : vi<spasi>nama_file.
Uutuk melihat isi dari suatu direktori gunakan perintah ls<option>. Gunakan perintah ls<spasi>-l untuk melihat attrribut file dan ditampilkan secara mendatar.

Tampilan Hasil perintah ls -l

Tampilan Hasil perintah ls -l

Keterangan Gambar :
1  tipe file
2  ijin akses file, read write execute
3  jumlah link / isi dari direktori
4  owner / pemilik file
5  group yang memiliki file ini
6  file size ( byte )
7  waktu pembuatan
8  nama file / direktori

Untuk keterangan tipe file seperti di bawah ini :

Karakter

Arti

-

File biasa

d

Direktori

l

Symbolic link

b

Block special file

c

Character special file

s

Socket link

p

FIFO

Tux ==> Tuz

Posted by admin on June 24th, 2009

Tuz Logo

Tuz Logo

Menanggapi komentar dari sobat Lampung Camp Bahwa kabarnya logo Tux sudah diganti menjadi Tuz. Berikut kutipan yang saya ambil dari http://linux.or.id

Tuz, New simbol kernel 2.6.29. Tux, Simbol hidup berkomunitas

Bismillah,

Salam Linux.

(tulisan ini merupakan copy paste saja, sebelumnya sudah pernah saya tulis di milis jogja-linux tanggal 6/6/2009.)

Seiring berjalannya tahun 2009 banyak perubahan yang terjadi di dunia Linux.

Linus Torvald sendiri telah mengumumkan kernel terbaru 2.6.29 yang mendukung file system Btrfs. Btrfs yang dibuat oleh Chirs Mason ini direncanakan akan menggantikan filesystem Ext.

Logo Tuz akan menggantikan Tux Penguin yang merupakan kontribusi dari pihak Linuz terhadap penyelamatan spesies Tasmanian Devil. Bravo Linuz.

Cerita2 tentang alam, Tuz sendiri merupakan tetangga dekat Tux, karena Tux tinggal di kutub selatan sedang Tuz tinggal di selatan Australia yaitu di pulau tasman yang secara geographic berdekatan dan masih bersuhu dingin.

Tasmanian Devil sendiri bisa kita lihat di sini.
yang merupakan hewan carnivora dan marsupial yang hanya bisa ditemukan di pulau tasman. Spesies langka ini mengalami kepunahan dan salah satu penyebab kematian yang menyerang hewan ini adalah Facial tumor atau tumor wajah.

Lewat gerakan opensource ini para pakar Linux telah mengenalkan alam kepada komunitas Linux di seluruh dunia salah satunya dengan mengambil penamaan dari alam. Tentu msh segar dalam ingatan kita release terbaru ubuntu yang diberi code Jaunty jackalope. Jackalope sendiri hewan langka yang baru saya kenal justru karena mengikuti release2 terbaru dari ubuntu.

Kembali ke master logo Linux, Tux penguin. Dari sebuah film dokumenter tentang kehidupan penguin dapat saya generalisasikan antara kehidupan penguin dengan kehidupan komunitas pengguna Linux. Apa itu?

Penguin hidup di iklim yang sangat extreme yaitu di kutub selatan yang sangat dingin. Suhu tertinggi tdk lebih dari 0 derajat dan suhu terendah minus 50 derajat. Untuk mencari makan penguin harus menyelam ke air yang sangat dingin itu untuk kelangsungan hidup mereka.

Komunitas pengguna Linux pun demikian adanya. Hidup di dalam keterbatasan, ketidakcompatibelan, tidak didukung driver dan lain2. Tapi pengguna linux tetap berjuang mencari cara agar sistem operasi linux mereka tetap bisa eksis digunakan sepanjang hari. Bahkan semangat opensource yang menyebabkan pengguna tidak perlu membayar lisensi pun tidak menjadikan Linux booming melebihi pengguna Microsoft. Padahal Linux didukung oleh Vendor yang murah hati seperti Canonical, Sun microsystem, dll. Toh bajakan tetap lebih menarik daripada opensource. Ini homework untuk semua pencinta Linux.

Penguin hidup dalam komunitas yang sangat besar. Dihamparan padang es penguin hidup rukun sesamanya.

Nah, pengguna Linux pun hidup dalam komunitas yang sangat besar dan saling bahu membahu sesamanya untuk menciptakan suatu karya dalam hal ini distro Linux. Linuz pun bahu membahu dengan programmer kernel di seluruh di dunia untuk meng-update kernel Linux. Kita juga bisa lihat distro besar yang berbasis komunitas seperti Debian dan Gentoo. Kita juga bisa melihat Distro yang berbasis vendor seperti Opensuse, Fedora, Ubuntu. Semua saling bekerjasama berkarya mengembangkan distro Linux.

Nah melalui tulisan ini saya mengajak kepada seluruh pengguna linux untuk meneladani semangat hidup para penguin untuk selalu bersemangat dalam iklim yang keras dan penuh tantangan dan untuk selalu rukun dan bekerjasama di dalam komunitas. Kemudian untuk selalu mengenal dan mencintai alam ini sebagai bentuk kepedulian komunitas ini terhadap alam. Back to nature. Green computing Tux and Tuz.

Salam Linux

Terlepas dari berubahnya logo Linux yang tadinya Tux ( Penguin ) menjadi Tuz ( Tasmanian Devil ). Akan mejadi lebih afdol apabila kita salalu mengingat tentang apa itu Tux dan kita dapat belajar dari kebaikan sifat-sifat yang dimiliki oleh hewan Penguin ini.

Mirrors.kernel.org

Posted by admin on June 21st, 2009

Kadang pengguna OS GNU/Linux suka mengupgrade dengan cara menginstall ulang distro terbaru yang baru dirilis. misalnya pengguna Ubuntu 8.10 diupgrade ( di clean install ) menjadi Ubuntu 9.04 atau Mandriva 2009 menjadi Mandriva 2009.1 Spring. Akan sangat sayang apabila kita sudah banyak melakukan konfigurasi di dalamnya akan tetapi dengan sekejap mata kita melakukan clean install dan kehilangan semua konfigurasi yang sudah ada. Buat pengguna laptop atau desktop yang terkoneksi internet gak masalah. kita bisa langsung ketik apt-get update ( wat yang model apt-get ) selese deh. Tapi wat dekstop yang ga ada koneksi sama sekali seperti saya :( ?? Tapi ga masalah selama masih ada warnet berkecepatan tinggi dan tentu saja murah :D ( NB: wat yang berdomisili di NY=NgaYogyokarto :D bisa menfaatin tuch Puskom UNY..wah promosi promosi :D ) kita bisa mendownload seluruh paket update terbaru dari distro yang kita pakai..
Salah satu situs penyedia paket update tersebut adalah Mirrors Kernel.Org ( http://mirrors.kernel.org ). Ada banyak dukungan untuk beberapa distro mayor seperti Mandriva, Ubuntu, Suse, Fedora dan lain-lain. Tinggal download paketnya lalu copykan ke dalam /var/cache/urpmi/ ( untuk pengguna Mandriva ), atau /var/cache/apt/archive ( untuk distro yang menggunkan apt-get seperti Ubuntu, PCLOS, dll) serta copykan source list-nya di /var/lib/urpmi atau /var/lib/apt/list kita bisa melakukan update secara offline.

Halaman mirrors.kernel.org

Halaman mirrors.kernel.org

Recent Comments | Recent Posts

bottom